Sunday, August 15, 2010

Menyusun Puzzle Kehidupan

Tak tau mengapa, kemarin ketika menulis status FB, aku melaunching status mengenai puzzle. Tepatnya puzzle kehidupan. Yaaa, akhir-akhir ini aku memang sedang gundah gulana..seakan tak tau jawaban akan segala pertanyaan hidup. Aku yakin, akan selalu ada jalan keluar, namun terkadang terasa berat saja, semisal belum ada penyelesaian. Sabar. Satu kata itu terasa sungguh sangat berat. Puncaknya ya kemarin. Malam-malam, aku online FB, sekedar mengalihkan rasa penat. Ingin curhat colongan di status FB, tapi hati ini tak sampai. ^^ Mencoba mencari kalimat pemotivasi diri, tapi tidak ada yang sreg. Akhirnya malah teruntai satu kalimat dari diri sendiri. 

 

Delta Fitriana mencari dan menyusun satu per satu keping puzzle kehidupan ^^

Saturday, August 14, 2010 at 11 : 24 pm 

 

Aku merasa, hidup ini seakan seperti puzzle. Satu demi satu tahapan hidup kulalui. Kurangkai dengan cerita hidupku sebelumnya. Membentuk pola tersendiri. Namun potongan itu masih belum lengkap. Masih ada potongan lain yang harus kususun. Potongan lain yang terkadang harus kubolak - balikkan agar cocok dengan potongan puzzle lain yang sudah tersusun rapi. Bahkan terkadang, ada potongan yang entah aku tak tau dimana letaknya. Harus menunggu waktu, agar potongan itu kutemukan. Entah kutemukan sendiri, ataupun dengan bantuan orang lain. Sabar.. Ya, butuh kesabaran dalam bermain puzzle. Butuh ketelitian dalam permainan ini. Tanpa aturan yang jelas, bermain puzzle akan menguras tenaga, karena aku tak tahu gambar keseluruhan dari puzzle ini. Harus mencoba, mencoba, dan mencoba lagi. Bahkan terkadang bertanya pada orang lain. Dimana sebaiknya potongan ini sebaiknya kuletakkan. Aku harus tau mau dari si pembuat puzzle. Gambar seperti apakah yang ada di balik ini semua. 

 

Begitu halnya dengan kehidupan. Hidupku terutama. Satu demi satu kulalui, kurangkai dengan kesabaran ataupun ketidaksabaran. Terkadang, aku bingung, tak tau harus melangkah kemana lagi. Karena aku tak tahu dimana potongan lainnya. Apakah hilang, ataukah ada yang membawa. Sedih, tatkala aku merasa tak bisa melangkah, menyatukan kepingan puzzle itu dengan rangkaian cerita yang lain. Sementara aku tau, bahwa waktu bermain puzzle? terus berjalan. Seakan berada dalam kompetisi bermain puzzle. Dalam merangkainya pun dikejar waktu. Dan aku ingin bisa merangkai kepingan itu satu per satu dengan cepat, namun tepat.  

 

Butuh bantuan dari orang lain agar kepingan itu mudah terangkai. Alhamdulillah orang orang di sekitarku sering membantuku dalam menyusun puzzle kehidupan. Walaupun terkadang, aku bermain sendiri, tanpa ada turut campur mereka. Dalam keputusasaan merangkai puzzle, aku lebih sering berdoa, mengadu pada Pencipta Puzzle Kehidupan. Berdoa agar dibukakan mata sehingga aku bisa melihat kepingan itu, dan merangkainya dengan yang lain. Ataupun agar ada orang lain yang datang padaku, memberitahukan ataupun membantuku melengkapi puzzle. Malam itu, aku tidak tenang. Ketidaktenanganku akhirnya terucap dalam 1 kalimat dalam status FB tersebut. Satu kalimat yang kusuka. Implisit, tapi sangat menggambarkan hatiku saat ini. 

 

Mencari? Ya... aku masih dalam proses mencari puzzle itu. Menyusun? Jelaslah, aku harus menyusun kepingan hidup satu per satu. Beberapa orang mengacungkan jempol untuk status itu. Beberapa yang lain turut berkomentar. Satu yang kusuka, komentar dari seseorang, 1x24 jam setelah aku  melaunching status tersebut.

xxxx : aku bantu susunkan satu keping puzzle kehidupan :)

Nama yang tak kusangka turut andil dalam meramaikan FBku. Nama yang tak pernah muncul dalam FBku. Tapi nama itulah yang turut membantuku merangkai puzzle kehidupan. Kalimat yang simple, namun sarat makna. Entah,apa maksud asli dari tulisan itu, aku belum bertanya pada yang bersangkutan. Namun komen itu membuatku tersenyum. Ya, karena baru sekitar 5 menit sebelumnya aku menutup pembicaraan dengannya.Diskusi singkat tentang apapun, termasuk tentang hidupku. Tentang masa depanku. Yang sepertinya juga, dia cukup punya andil di dalamnya. 


Diskusi soal hidup. Teka teki kehidupanku. Tempat tinggal, karier, jodoh, serta rejeki. Topik yang kubicarakan waktu di telepon. Pertanyaan kali ketiga dalam setahun ini. Pertanyaan pertama kuajukan di bulan Agustus setahun silam, dengan jawaban yang menentramkan hatiku. Pertanyaan serupa kuajukan di Maret 2010, namun ternyata jawaban sudah berubah. Membuatku sedikit meragu, serta kepikiran akan masa depanku. Entah mengapa, malam ini aku menanyakan hal serupa kembali. Sepertinya karena aku sudah didesak oleh waktu juga. Sekarang sudah Agustus 2010. Banyak yang harus kukejar di tahun 2010 ini. Dan pernyataan dia, mempunyai porsi terbesar kedua setelah keluargaku. 


Tak kuduga, jawaban dia berubah, seiring dengan keinginan dia untuk masa selama 3 tahun ke depan. Jawaban yang kembali ke setahun silam. Pencerahan bagiku. Sangat menentramkan. Sekeping puzzle dia berikan padaku, malam ini. Salah satu kepingan yang penting untuk melanjutkan hidupku. Seminggu yang lalupun dia juga sudah memberitahukan aku, bahwa dia memegang satu keping yang lain, namun belum diberikan padaku. Alhamdulillah.. Terimakasih Ya Allah, Engkau akhirnya menunjukkan dimana kepingan kunci itu. Lewat dirinya, Engkau mengabulkan permohonanku. Malam ini akhirnya aku bisa menyusun kepingan pendukung lainnya. Pola sedikit terbentuk di depanku. Terasa mudah sekarang. Amat sangat mudah. Sampai nanti pada akhirnya aku harus bertemu lagi dengan kepingan kunci lainnya. Tapi untuk saat ini, cukuplah aku bersyukur, akan jawaban ini. 

* teruntuk xxx : terimakasih telah membantuku memberikan 1 keping kunci, malam ini. Semoga kepingan ini cocok dengan kepingan yang lain, dan membentuk satu pola baru yang indah. Jika dimungkinkan, aku berharap semoga kita bisa bermain puzzle kehidupan bersama. Bersama-sama membantu merangkai, ataupun? jika dimungkinkan lagi.. aku ingin suatu saat puzzle kita disatukan, agar lebih luas dan lebih terlilhat polanya secara utuh.. Jika itu yang terbaik buat kita.. ^^ Semoga Allah swt memberkahi jalan hidupmu selalu... ^^



No comments:

Post a Comment