Tuesday, September 27, 2011

Apa Yang Kau Rasa?

 "Gimana Rasanya Non....? Wahh bentar lagi yaa.. gimana? deg-deg'an gaaak? moga lancar yaa"
Beberapa hari belakangan ini, banyak pertanyaan seperti itu yang tertuju padaku. Entah itu dari sahabat sahabatku tercinta, maupun teman-teman kantor. "Bagaimana rasanya?" ataupun pertanyaan senada yang mereka utarakan padaku.

Rasa? hmmm... bahkan sampai saat kutulis ini aku merasa jauh lebih tenang. Entah belum berasa, atau karena ada penugasan soal "teralis dan rumah Serpong" yang membuatku jauh lebih panik, daripada menghadapi Hari Jumat besok. Mungkin juga efek dari si mas'e juga sampai dengan H-2 masih saja Dines Luar dan tidak di Jakarta. 

Kalau mengingat soal rasa, aku ingat dengan jelas. Dua minggu yang lalu, tepatnya 18 September 2011 aku sangat mellow. Mungkin kalau teman-teman bertanya apa yang kurasa, maka dengan cepat bisa kujawab "aku mellow" :)

Dua minggu yang lalu, aku balik Jogja (lagi). Kepulangan keduaku di bulan ini pasca Lebaran kemarin. Aku pulang untuk datang ke nikahan temanku tercinta, dan sekaligus mengurus beberapa hal. Tapi pada awalnya, aku menyiapkan hati untuk pulang ke Jogja dan lebih menghabiskan waktu bersama Bunda. Yaa...kapan lagi aku bisa bersendau gurau langsung dengan Bunda, mengobrol hingga larut malam sampai tertidur, mendengar cerita Bunda ataupun bertukar cerita. Aktifitas yang sering kulakukan saat aku masih seatap dengan Beliau. Sudah 8 bulan terakhir ini, aku bertukar cerita via HP. Tidak bisa seintens dulu, setiap malam. 

Sayangnya, kepulanganku kemarin ternyata di luar rencanaku. Yang semula aku ingin menghabiskan waktu lebih banyak dengan Bunda, tapi ternyata Sabtu dan Minggu aku malah tidak bersua dengan Bunda. Bersua sih bersua, tapi.....hanya secara fisik. Tidak bisa aku ngobrol ataupun pergi bersama dengan Bunda waktu itu. Sabtu, Bundaku yang kebetulan banyak acara. Ahad? yang semula kurencanakan aku hanya pergi mengurus sana sini sampai Dhuhur, lalu bisa bersama Bunda sesiang - malam sebelum aku pulang ke Jakarta. Tapi ternyata, aku di hari Ahad baru pulang jam 17.00. Setelah itupun aku harus segera bersiap-siap balik Jakarta, dan Bundaku juga harus menyiapkan rapat di Rumah malam itu.

Praktis, saat pergi Ahad siang. Tepatnya ketika jam sudah menunjukkan pukul 15.00 dan aku masih harus merampungkan urusanku bersama si mas, tiba tiba aku merasa sedih. Aiih...ternyata tak ada waktu tersisa hari ini. Mungkin si mas yang saat itu membersamaiku merasa heran, dengan sikapku yang tiba -tiba menjadi diam, dan sesudah sholat Ashar, muka makin ga jelas efek dari menangis. Terdiam saat beberapa waktu sebelum aku pergi ke Stasiun, tiba -tiba dicegat oleh Bundaku.

"Knopo mau? kok nangis pas balik sore iki?"

Hanya bisa senyum, kupeluk Bunda, dan aku hanya bilang

"Nangis..soalnya 2 hari ini berasa ga ketemu Ibu. Heee....pamiit yaaa" 

Sambil kubalikkan badan dan langsung keluar rumah. Khawatir kalau mellowku kumat..dan malah nangis di depan Bunda.. :))

Apa yang kurasa? Aku hanya ingin menghabiskan waktu bersama orangtuaku, sebelum aku kembali ke Jakarta. Sebelum aku besok balik lagi ke Kota Jogja, 2 minggu lagi. Balik sih balik, tapi nuansanya pasti sudah berbeda. Aku sudah mau jadi queen of the day. Aihh..mungkin aku terlalu perasa. Entah. tapi yang jelas, bila dibandingkan dengan apa yang kurasa saat ini, tepatnya tanggal 27 September 2011, aku merasa lebih mellow saat 2 minggu yang lalu.  :) Bismillah...smoga semua lancar. Itu saja doaku saat ini.

0 comments:

Post a Comment