Showing posts with label ayahanda tercinta. Show all posts
Showing posts with label ayahanda tercinta. Show all posts

Saturday, May 02, 2009

Happy Birthday GCD FM #sekilas kupasan#



Yap! hari ini tanggal 2 Mei 2009, genap sudah GCD FM berusia 40 tahun. Suatu tingkatan umur yang tentunya tak bisa lagi dibilang muda, untuk suatu radio. Sedikit sekali yang menyadari bahwa bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional inilah, Radio GCD FM pun juga merayakan ulang tahunnya. Memang, radio ini tak pernah menggembar gemborkan hari jadinya, ke pendengar setia mitra GCD FM, berbeda halnya dengan radio radio kawula muda lainnya. Dulu?pernah sih, dibuat syukuran, temu monitor, serta acara band band'an. Saat nama GCD FM belum terkenal..

Berbicara mengenai 40 tahun, tentu banyak masa yang sudah dilalui oleh radio yang berbasis musik Indonesia ini. Mulai dari dicemooh orang karena tone signal nya yang terkesan ndeso ( do mi sol do, yang diplesetkan jadi do ting plenthing ) ataupun dipandang sebelah mata oleh beberapa pihak. Namun? fakta berkata lain, di tahun 2008, ternyata radio ini ( lagi lagi ) mendulang kesuksesan, di balik carut marutnya dunia broadcast di wilayah Jogjakarta, penghargaan sebagai Radio Rangking 1 versi Nielson Media Research, kembali diraih oleh GCD FM. Ini merupakan kesuksesan di tahun kelima yang diraih scara berturut-turut oleh GCD FM. Survei yang dilakukan Nielson, padahal hanya mengambil titik di Yogyakarta, Sleman, dan Bantul. Sedangkan Radio GCD FM merupakan radio yang ber base camp di Gunungkidul. Jumlah pendengar sebanyak 882.000 jiwa ini BELUM termasuk wilayah Gunungkidul, yang notabene merupakan kampoeng halaman GCD FM, serta wilayah Kulonprogo. Bisa dibayangkan berapa banyak pendengar GCD FM sesungguhnya...?

Namun, memang..bagi pendengar GCD FM, penghargaan tersebut terkadang terasa asing di telinga. Hasil survei ini, sebenarnya lebih disasarkan pada kalangan pengiklan, baik itu nasional maupun lokal DIY Jateng. Apalagi, jika mengingat kalau pendengar GCD FM mempunyai tipikal sebagai pendengar pasif, bukan aktif sperti radio kawula muda lainnya.

Mari kita simak sekilas mengenai profil GCD FM ini dari awal hingga skarang..
GCD mempunyai kepanjangan sebagai Gema Cecya Dhaksinarga, yang bermakna "suara mahasiswa Gunungkidul". Pemberi nama ialah Bpk KRT Djojodiningrat selaku Bupati Gunungkidul, serta Bpk KRT. Partohadiningrat selaku Bupati Anom Gunungkidul, di tahun 1969 Pendiri GCD berjumlah 12 orang, yang mayoritas berasal dari Gunungkidul, hanya beberapa yang berasal dari Yogyakarta, salah satunya ialah Bpk. Ahriadi Saptomo (yang meninggal 12 Maret 2009 ini ). GCD FM telah melalui beberapa era kinerja.

1969 - 1984 merupakan era pendirian. GCD FM saat itu berada di Wonosari, serta masih dalam frekwensi A.M.

1985-2000 merupakan era profesionalisme di Patuk. Saat ini, dengan adanya berbagai tujuan perusahaan, akhirnya diputuskan bahwa studio pun berpindah ke lokasi yang lebih bagus. Sehingga, mulailah era GCD FM di Bukit Patuk Gunungkidul. Di era ini pulalah, frekwensi radio berubah dari A.M menjadi F.M

2000-2005 Di era ini, radio GCD FM mulai memperlihatkan keeksisannya. Mengalami perpindahan gelombang radio dari 104,05 menjadi 98,6 MHz, ternyata tak menyurutkan jumla pendengarnya. Nyatanya? di Juni 2004, hasil survei dari Nielson menyebutkan bahwa GCD FM meraih peringkat 1, mengalahkan Retjo Buntung, yang merupakan saingan utama GCD FM. Keeksisan ini,kian terasa, terlebih setelah dapat melakukan suatu konglomerasi dengan Radio SAS "Suara Argo Sosro" radio lokal yang berlokasi di Wonosari.

2005-2009 Di era inilah GCD FM kian memantapkan diri, mewujudkan visi 5 tahunan, yakni sebagai radio siaran terkemuka di DIY karena menyajikan hiburan yang nyaman, serta informasi dan berita yang mampu mencerahkan masyarakat DIY. GCD FM pun kian mengikuti perkembangan jaman, dan selama era ini pula, GCD FM tetap meraih peringkat 1 versi Nielson. Hasil ini cukup fantastis, mengingat betapa susahnya dan terjalnya persaingan bisnis radio di DIY dewasa ini. Banyak sekali radio lokal yang kolaps, bahkan akhirnya berubah menjadi radio jaringan, untuk memperkecil resiko. Seperti contohnya di wilayah Jogja? ada Yasika, Eltira, Female, i Radio, MQ FM, Radio Dangdut TPI, Prambors, serta masih banyak lainnya. Terlebih, bila melihat, bahwa di bulan Mei 2006 silam, GCD FM merupakan radio yang terkena dampak gempa yang cukup parah,bila dibandingkan radio lain. Serta membuat tidak dapat mengudara selama kurang lebih 20 hari.

Kenyataan bahwa GCD FM mendulang kesuksesan versi Nielson? tentu menjadi dasaran pertanyaan banyak pihak. Terlepas dari pro dan kontra seputaran survei Nielson, memang terkesan aneh bagi sebagian pihak, bila melihat GCD FM yang notabene, ndak ngapa ngapain, kok bisa rangking 1. Tadinya sempat mengira ini hanya kebetulan. Namun? 5 tahun berturut turut? tentu ini BUKAN suatu KEBETULAN semata. Namun karena berdasarkan pemikiran serta pematangan konsep, sehingga GCD FM bisa tetep eksis, dan membersamai mitra GCD FM dimanapun juga.

Ada beberapa faktor yang menjadikan GCD FM menjadi radio dengan pendengar terbanyak, versi AC Nielson Media Research.

Pangsa Pasar Jelas
Sasaran pendengar GCD FM slama ini jelas, yakni masyarakat umum, yang menyukai musik Indonesia, easy listening, serta menyukai pola siaran yang tidak kebanyakan menyajikan suara penyiar yang cuap cuap.

Bloking Time
Menu acara di GCD FM sangatlah simpel. 70% merupakan Pop Indonesia, serta lainnya ialah campursari, wayang kulit, serta dangdut. Mempunyai format acara yang rapi, serta berbeda dengan radio kebanyakan. Dengan sistem nonstop musik, maka pendengar GCD FM akan dimanjakan oleh alunan musik Indonesia, tanpa harus dirusuhi oleh suara penyiar.
*tentu ini berbeda bila dibandingkan dengan radio lain, yang notabene malah "menjual" suara penyiarnya, sehingga terkadang, porsi penyiar berbicara dengan lagu yang ada? lebih banyak porsi penyiar berbicara*.

Bagi sebagian orang yang memilih untuk mendengarkan alunan musik, dan bukan suara penyiar yang amat sangadh? maka GCD FM menjadi salah satu pilihan hidupnya. Tentu ini membawa konsekwensi ? pendengar GCD FM identik dengan pendengar yang "malu malu kucing" alias pendengar pasif, bukan aktif, sperti pendengar setia di radio lain.

Menguasai Pasar
Bagi kawula muda, tentu suka mendengarkan alunan musik gedubrakan, atawpun kebarat baratan. Ini memang merupakan pilihan, sebagaimana para intelek muda, yang cenderung akan memilih radio berbasis talkshow atawpun berita daripada mendengarkan radio berbasis dangdut, misalnya. Yang terjadi di kota Yogyakarta? mayoritas pengusaha radio mempunyai target pasar yang sama, yakni anak muda.

Bisa kita lihat, nyaris smua radio jaringan mempunyai konsep/penyajian yang sama, karena disasar untuk kawula muda. Konsep penyiar yang rame, lagu barat, off air, serta seabrek lainnya, tentu sangat disuka anak muda di DIY. Banyaknya pesaing di medan yang sama, membuat jumlah pendengar selaku konsumen dengan produsen tidaklah seimbang. Ibarat, penyuka radio smacam itu adalah pembeli dan perusahaan radio ialah pedagang. Maka, ada 100 konsumen yang direbutkan oleh 50 pedagang.

Lalu bagaimana dengan GCD FM? ternyata format jualan yang berbeda, menjadi kelebihan tersendiri. Seakan akan, radio lain berlomba lomba menjajakan pizza, maka GCD FM menjual roti boLu. Alhasil, karena pesaingnya sedikit, maka pangsa pasar pun dikuasai GCD FM. Dan?dihitung pun, rating pendengar menjadi lebih tinggi.

Serta masih banyak hal hal lain, yang ternyata dipikir dan digagas secara matang oleh direksi GCD FM, sehingga membuat radio ini bisa menjadi terkenal di wilayah DIY Jateng. Genap sudah 40 tahun GCD FM mengudara. Menemani mitra GCD FM dimanapun juga. Melewati segala pandangan miring orang orang, ataupun acungan jempol atas kesuksesan yang diraih oleh radio GCD FM. Semua kesuksesan ini berkat pemikiran, serta kerja keras team di masa lalu. Smoga kesuksesan ini adalah awal, dan GCD FM ke depannya kian mengudara serta kian melekat di hati mitra GCD FM. Seperti yang tertera dalam foto di atas "Terimakasih, siaran kami didengarkan, dan iklan kami dibeli". Seuntai kalimat yang menyasar pada pendengar, namun pada dasarnya lebih pada para pengiklan..



*dedicated for : alm. Ahriadi Saptomo yang telah memberikan ijin pada saya, untuk studi kasus di GCD FM, sebagai pemenuhan nilai tugas di mata kuliah Management Control System-FE UII..



Sepucuk SuraT dari Sahabat

Siang ini, bunda menerima sepucuk surat dari teman SMA bapak, drg.Kuncoro.. Sepucuk surat yang mengisahkan tentang seorang alm.Ahriadi Saptomo dalam perspektif beliau. "Koentjert" demikian panggilan tenar beliau di kalangan rekan-rekan Padmanaba seangkatannya. Selain menjadi seorang dokter gigi, pak Koentjert aktif mengisi rubrik di buletin Padmanaba.. Berikut kiriman surat beliau, tanpa ada pengubahan sedikitpun..baik isi maupun tata letak..

Surat dari Yogya
Dalam Kenangan :
A.S.
Ahriadi Saptomo
(9 Mei 1949 - 12 Maret 2009 )

Berita radio tak bermula ketika kabar disiarkan. Tiap kali sebuah berita tersiar, ada sisi yang kelihatan dan tidak kelihatan. Bahkan pada siaran radio di seluruh dunia, bagian yang tak tampak sebenarnya lebih besar perannya. Para pendengar umumnya tak ingat bahwa hampir tiap kalimat yang terdengar, ditopang oleh sebuah aturan dan sistem kerja, perencana anggaran, persiapan logistik, juga latihan ketrampilan yang bertahun- tahun. Sayangnya sejarah penyiaran radio selalu mengabaikan yang tak kelihatan itu.

Salah seorang yang mengelak dari applaus itu adalah A.S. Saya mengenalnya di 2 Pal 2 th 1964 SMA 3 Padmanaba. Seorang pemuda hitam manis yang bicaranya meledak-ledak, dengan otak yang penuh ide. Mula mula saya tidak begitu memperhatikannya. Baru setelah A.S menunjukkan kepiawaiannya dalam bidang elektronika, saya mulai mengaguminya.

Waktu itu lagi musimnya radio amatir. Ada Suara Istana, Yasika, Retjo Buntung, Serra Alfa Lima, dan lain sebagainya. Ternyata hampir semua radio amatir di Jogja ada di bawah bimbingannya.

Sebelum pulang sekolah kami selalu saling janji, saya memonitor radio amatirnya, A.S memberi kode gelombang radionya. Paginya kita diskusikan mutu siarannya tersebut.

Bagi saya, dialah pembentuk utama ethos Padmanaba. Sikap kerjanya seperti para pendaki gunung dan tebing. Puncak, tujuan itu, harus dicapai. Untuk itu dibutuhkan ketabahan pribadi, dan tak kurang penting kerjasama dan saling mempercayai. Saya hormat padanya untuk tidak pernah ia menyerah untuk pembentukkan I'esprit de corps, yang bilamana kita menyadari, inilah Roh-nya Padmanaba.

Sebuah koran terkenal di Jogja memuat berita kematiannya. Tokoh radio/penyiaran, A.S. yang dikenal melalui radio GCD meninggal dunia karena serangan jantung. Jenasah diberangkatkan dari rumah duka, Jogokariyan 438 ke makam Krapyak, Jumat, 13 Maret 2009 pukul 13.00

A.S juga aktif produktif membantu penerbitan Yogya Semesta sebagai redaktur pelaksana. Kehidupan dan kematiannya seperti persambungan pagi dan petang; erat, cepat, dan bersahabat. Segar bugar di hari Kamis pagi, siangnya ia rebah dengan serangan jantung.

Dia adalah pejalan jauh yang tangguh dengan enduransi yang melampaui usianya. Tapi siang itu dia berhenti. Jalan telah berujung. Tenggat akhirnya tiba, setelah tugas kehidupan ia tunaikan sepantas-pantasnya, dengan prestasi terpuji.

Teman sebangkunya di Padmanaba berkata, "Dia tidak pergi, Dia hanya pulang"

Wajah A.S. tenang dan lena, seperti pejalan jauh yang pulang ke rumah lalu lelap dalam tidur panjang.

Hari terakhirnya sebelum meninggal dihabiskan dengan rapat Pemkot Yogya kemudian menuju kantor GCD di Muja-Muju.

Ah, kenangan itu...., wajah yang segar, seusai rapat dia melintasi ruang demi ruang, bertanya kabar, sesekali tawanya pecah berderai.

Humor nyaris identik dengan dirinya. Dan Tuhan agaknya berkenan mendengar derai tawa A.S lebih dekat. Dia memanggilnya pulang,untuk selama lamanya. Kami Padmanaba kehilangan seorang yang begitu berarti.

Ahriadi Saptomo beristirahat dalam damai.

Innalillahi wainnaillaihi roji'un

-Koentjret-
081x.xxx.xxx


Saturday, March 28, 2009

Satu Hasil Untuk Alm. Bapak

"Ya Allah..semua ini kuasaMu..walau tampaknya tak mungkin hamba ini untuk lulus saat ini, dengan hanya pembelajaran sebegini singkat..namun hamba tetap yakin, ketika Engkau berkehendak, tak ada yang lain yang bisa menghalangi.. Ya Allah..mudahkanlah hamba nanti, saat menjawab..bukakanlah pikiran ini.. Ya Rabb..mudahkanlah lidah ini, tenangkan hati ini nanti, dan mudahkanlah dosen dosen dalam memberikan penilaian pada hamba..Jika memang hari ini, takdir hamba, untuk lulus.. Semua ini kuasaMu Ya Allah...smoga hamba bisa memberikan keceriaan bagi bunda, hari ini..amin"

Doa itu yang kupanjatkan berkali-kali menjelang 23 Maret 2009 silam, saat dimana aku mau ujian kompre, namun karena kejadian meninggalna bapak..ngurusin sana-ngurusin sini..praktis aku ga fokus dan sama sekali tak memegang buku, sampai dengan pagi hari menjelang ujian kompre.. hwewwhh.. Tadinya aku dah pengen mundur, terlebih mengingat jajaran dosen yang mengeksekusiku..terkenal killer.Malu aja sih, ini kan dah kompre kedua, yang doeloe? gagal..masa skarang gagal lagi..huff...pengenku, skali aja lah gagalna.. Pa lagi, ketika inget nama Pak Syamsul...?weehh.. sinau bener-bener aja, pada "aga" susah lulus.. po meneh iki? nekatss..

Tapi..mengingat,konsekwensinya kalo ujug-ujug mundur? whaahhh...ogah ahh.. finally, dengan modal nekat, mental siap, namun aga senewen juga..mengingat stumpuk buku yang belon kubaca lagi.. He..akhirnya, 23 Maret pukul 07.00 - 11.30 kupaksakan diri ini membuka setumpuk buku auditing, praktek auditing, sekilas membaca Management Control System, serta kubuka KDPPLK,plus segepok "warisan kompre" tentang Teori Akuntansi..


Tak terasa adzan Dhuhur berkumandang, saatna kupasrahkan diri ini. Kupersiapkan diri untuk kemungkinan terburuk, kusiapkan baju dan perlengkapan lain. Lalu? sejenak akupun bermunajad, mengharap ridho dan sgala kemudahan Allah swt. Baru setelah itu, aku berangkat ke kampus, seusai berpamitan dengan bunda yang baru aja pulang dari masjid. Agggh...ada satu hal yang hilang. aku ta bisa lagi ijin ke Bapak, tak seperti dulu lagi *hmmm...miss u*

Sesampainya di kampus, aku bergabung bersama teman teman yang lain. Termasuk ayu, icha, witono, erik dan seabrek lainnya. Singkat cerita? detik detik terasa lama. Dulu aja
langsung dipanggil. uff akhirnya 14.15 akupun menghadap bunda Isti - slaku pengganti Pak Bambang, berlanjut ke Pak Syamsul - dengan raut muka tenang tapi tidak menentramkan. last? Mr Suwaldiman yang demen amit dengan goodwillna.. Astagfirullah..praktis kluar ruangan, aku cuman mesam mesem ga jelas. dulu waktu januari aje? aku yakin bisa jawab?itupun ga lulus. Skarang? weeh..ngrasa ga yakin, tapi sudahlah.. terbayang ujian kompre di bulan depan. hemm..wallahu alam dink.

Ketika pengumuman, dan satu per satu kulihat anak anak dipanggil....melihat raut muka tegang, dan finally namaku dan Ayu?dipanggil bersamaan. Ntah aku tak tau apa yang kupikir, yang pasti..kuingin cepat selesai hari ini..ouuch.. Pak Suwaldiman, dengan raut muka tidak jelas, serta membawa setumpuk berkas berita acara kompre.

- Namamu sitoresmi?tanya beliau.
Ohh..bukan pak..saya delta..
- oohh..iya..delta..?ya..ya.. kata beliau seraya mengambil seberkas kertas.
jawaban kamu cukup bagus, dibandingkan teman yang lain...
(ahhh...kalimat pertama bagus, tapi biasanya kalimat setelah itu??uugghh tak mengenakkan,pikirku..jangan seneng dulu..dengerin lanjutannya..pikirku dengan hati yang campur campur ga jelas.. )
- selamat..anda berhak lulus..! Kata Pak Suwaldiman, sambil menyodorkan berita acara..
hah...?beneran pak? kataku, tak percaya dengan yang kudengar.. Kuambil kertas tersebut, kulihat dengan mata kepala sendiri.. Lulus.."B"..

Subhanallah....lulus? itu saja dah suatu keajaiban buatku..melewati jajaran dosen tersebut..
nilai B? wahh...ini lebih dari yang kuminta dan kuharapkan.. subhanallah..
tak terasa aku pun menangis.. gembira, sekaligus teringat dengan alm.bapak...
*pak...fitri lulus pak...
ingin aku berkata itu,menunjukkan berita acara tersebut ke beliau*

Tak akan kutulis scara detail tentang apa yang kurasa,
apa yang kupikirkan, saat itu.
Satu hal yang ingin kutuliskan disini.
Saat kita yakin, bahwa apapun bisa terjadi,
sesuai kehendak Allah swt,

maka?apa yang terasa mustahil? ternyata dapat terwujud..
Tentu diiringi doa serta usaha kita semaksimal mungkin
Satu pelajaran berharga yang kupetik di hari itu, aku smakin yakin..
akan kuasa Allah swt..smakin bersyukur, akan sgala kmudahan ini.

last,,kuingat nyanyian Gita Gutawa...
Tuhan tolonglah..sampaikan sejuta sayangku untuknya..
Ku terus berjanji..takkan hianati pintanya..

Ayah dengarlah..betapa sesungguhnya kumencintaimu..
Kan kubuktikan..ku mampu penuhi maumu...

Bapak Ari... 1 maumu sudah kulewati..
walau bapak sudah tak bisa lagi menyambut fitri di rumah dengan raut muka berseri.. namun.. tetep pak.. hasil kompre ini untuk ibu..dan untuk bapak...
I LOVE U..

Friday, March 27, 2009

Ucapan Terima Kasih


UCAPAN TERIMA KASIH
Assalamualaikum Wr.Wb
Seiring dengan berpulangnya suami/bapak/eyang kami tercinta :

H. AHRIADI SAPTOMO
( 9 Mei 1949 - 12 Maret 2009 )

Meninggal pada hari Kamis,12 Maret 2009 dan telah dimakamkan pada Jumat, 13 Maret 2009 di Pemakaman Umum Krapyak, Yogyakarta. Segenap keluarga Almarhum menghaturkan terima kasih sedalam - dalamnya kepada semua pihak, atas perhatian, dukungan, doa, dan bantuan, baik secara moril, maupun materiil yang telah diberikan pada Almarhum maupun keluarga yang ditinggalkan. Ucapan terima kasih, kami haturkan kepada :
  1. Sri Sultan Hamengku Buwono X beserta GKR Hemas
  2. Walikota Yogyakarta dan Wakil Walikota Yogyakarta
  3. Camat dan Lurah beserta seluruh Pengurus LPMK Mantrijeron Yogyakarta
  4. Takmir Masjid Jogokariyan beserta segenap Jamaah Masjid Jogokariyan
  5. Keluarga Besar KPID Prop.DIY, PRSSNI, ORARI DIY, dan IQ Electronics
  6. Segenap rekan-rekan radio siaran swasta di DIY dan di Mataram-Lombok
  7. Segenap staff Produksi dan Pemasaran Radio GCD FM
  8. Direksi dan Keluarga Besar Bank BPD DIY
  9. Keluarga Besar Conoco Philips, Indonesia
  10. Sanggar Indah Group, CV Deka Tarapti-Bandung, dan PT Infracom Telesarana - Jakarta
  11. Tim Promo FE UII dan segenap mahasiswa akuntansi FE UII angkatan 2005
  12. Keluarga Besar CV.AJS Semarang, Telkomsel Yogyakarta, dan Kartika Motor Wonosari
  13. Komunitas Gelar Seni Budaya Jogja Semesta dan Dewan Pendidikan Yogyakarta
  14. Rekan-rekan Padmanaba angkatan 1964-1967
  15. Segenap masyarakat Jogokariyan, Suryowijayan, Tegal Panggung, dan GreenHouse
  16. Trah Suronegaran, Wiryosusenan, dan Prawirolayan Yogyakarta
  17. Teman-teman, sanak saudara, dan semua pihak yang tak dapat kami sebutkan satu persatu.
Kami sekeluarga memohon keluasan hati, untuk memaafkan, segala kekhilafan Almarhum. Semoga Allah swt membalas segala kebaikan Bapak/Ibu/Saudara/Saudari dengan limpahan rahmat dan hidayahNya. Amin.

Wassalamu'alaikum Wr.Wb
Kami yang berduka cita :

Hj.Nunuk Sudaryanti ( istri )
Alfie Kurniandri,S.E - Doddy Andryan, S.P ( anak )
Beta Astrid Susanti, S.Si - Endro Wardoyo, S.T ( anak )
- Ahmad Reza Febriansyah ( cucu )
- Ahmad Nayottama Juliansyah ( cucu )
Gamma Sinta Rini, S.T - Fadi Raditya,S.T ( anak )
Delta Fitriana ( anak )



Sunday, March 15, 2009

Skenario Indah atas Meninggalnya Bapak Ahriadi Saptomo

(postingan ini sebaikna dibaca setelah membaca postingan sebelumnya, yakni "Kisah di Balik Meninggalnya Bapakku - Ahriadi Saptomo 12 Maret 2009" )


banyak yang heran akan berita meninggalnya bapak.. karena tidak ada angin, tidak ada apa-apa, yang ada tiba tiba ada berita duka.. aku, ibu, serta mbak mbak juga awalnya cukup shock.karena pagi itu pun bapak juga amat sangad ceria..sehat..dan sumringah.. tapi?kemudian,stelah mengalami proses otak atik gathuk..ternyata ada banyak hal..yang membuat kami kuat, dan ikhlas-insyaallah..
Ada banyak skenario indah yang ternyata sudah digariskan oleh Allah swt tentang meninggalnya bapak.. Dan di akhir, kami hanya bisa bilang..subhanallah..Bapak sedo-nya tenang sekali..jadi ya?buat apa sedih yang berlebihan..smua sudah terlalu indah untuk di tangisi.. Skenario ini sudah bagus skali. Berikut ini merupakan otak-atik gathuk yang mungkin bisa dianggap sebagai firasat kepergian bapak Ahriadi Saptomo :

Pikiran Fith
Belon ada sminggu yang lalu, ntah knapa,stelah sholat, aku kepikiran..dan membayangkan.. bagaimana jika rumahku ada gawe, gawe di sini dalam artian kesripahan. Ada bendera putih,banyak orang, dan aku dalam posisi belum wisuda.. ga terasa, nangis aja aku waktu bayangin itu. (waktu itu yang kubayangkan adalah, jika yang meninggal Bapak..). Anehh..

Sikap Bapak
Belakangan ini, bapak seakan-akan udah masrah-masrahke gawean bapak ke orang-orang skitar. Dari kerjaan LPMK, bapak juga sudah merampungkan LPJ 1 Tahun kinerja beliau.. Bapak pernah bilang ke fitri, dengan raut muka berseri-seri sambil membawa setumpuk berkas yang sudah dibendel.. "iki lhoo LPJ ku, Skripsiku LPMK staun iki...sesuk kari diteruske wae.. "

-ternyata memang benar-benar "kari diteruske" ama pengurus lainnya.. ^_^

kemudian,menurut "anak-anak" GCD & Argososro, kemarin bapak juga sempat memberikan "diklat singkat namun bermakna" seakan-akan untuk mematangkan karyawanna, dan siap saat ditinggal pergi. Terlebih, bapakku yang sudah 2,5 tahun ini tak menginjakkan kaki ke kantor Argososro yang di Wonosari, ntah knapa..1 minggu yang lalu perge kesana..ketemu dengan "anak-anak" - seolah bapakku pamitan-
(**di Argososro ; kerjaan bapak sejak 2,5 tahun yang lalu sudah dihandle orang lain, sehingga bapak memang tak pernah intens ngurusi radio yang satu itu, hanya sesekali sharring dengan "anak-anak" via telpon saja..ga pernah datang rutin lagi..)

Sedangkan menurut tetangga yang juga sering ketemu bapak di pengajian Anggoro Kasih, saat pertemuan terakhir kemarin, bapak sempat bilang"wis aah..aku ra teko meneh wae yo sesuk.." sambil senyum-senyum.. -dan ternyata memang kemarin?pertemuan terakhir bapak di forum itu-

sminggu yang lalu, mba sinta sempat kirim sms cerita pada bapak,perihal berita duka orang tua temannya yang juga ternyata teman bapak dulu. Mba sinta menceritakan betapa kematian si bapak tersebut begitu tiba-tiba, ga sakit, ga knapa-knapa,ujug-ujug. Dan jawaban sms bapak kurang lebih berisi "yahh..mungkin mengagetkan bagi keluarga yang ditinggalkan, tapi malah amat baik bagi beliaunya.."

-jawaban itu seakan menjadi pengingat kami kini,dalam melewati peristiwa ini.. bahwa....kami skeluarga?jangan sampai terlalu kaget..menyesali..karna sesungguhnya proses yang cepat itu, malah sebaiknya disyukuri-

bapak kerja sebagai direksi marketing..namun seringkali diminta double job ngurusi yang lain.. termasuk,diminta ngurusi policy saat RUPS. Kebetulan, dekat-dekat ini akan diadakan RUPS, dimana biasanya..bapaklah yang didaulat menjadi pihak yang turut andil dalam ngurusi jumlah pembagian deviden,dll dsb. (yang seharusnya udah ga wajib ditangani bapak,smenjak 2,5 tahun ini). Tadinya bapak masih enjoy aja, tapi 5 hari yang lalu, ibu sempat dicurhati bapak "aku kok males yoo..teko RUPS sesok iki, wis laah..aku gaweane tak nggolek duwwit wae, sing mbagi ben liane..terserah pie le arep bagi sesuk"

lagi-lagi ini sekedar otak-atik gatuk ; direksi marketing = ngurusi order = mencari income untuk perusahaan. di saat terakhir beliau mau semaput, diketahui ternyata beliau saat itu masih dalam posisi berdiri-ditelepon via HP oleh relasi yang mau pasang iklan- dan kemudian perlahan-lahan, bapak dari posisi berdiri-membungkuk-"sperti rukuk" -semakin merendah-"sperti akan sujud" -dan baru pingsan **jatuhnya semaput perlahan-lahan...bahkan yang sedang menelpon bapak,tak sadar kalo beliau pingsan - dikiranya saking sibuknya bapak, lupa mengucapkan salam, dan mematikan HP-

jadi teringat akan curhatan bapak waktu itu, "aku gaweane nggolek duit.." dimana waktu itu, telepon terakhir = mendatangkan income... dan?bapakpun akhirnya sedo..sehingga pas RUPS besok pun, ternyata bapak ga bisa ikut urun saran buat "mbagi" karena sampun sedo.. benar-benar otak atik gathuk yang aneH...seakan-akan ini juga pertanda... ^_^

last..
waktu di GCD, sesaat sebelum terima telepon, bapak ditawari makan siang oleh "anak-anak" -makan siang berupa nasi, ataupun roti. Namun jawaban bapak waktu itu.."waah, ga ahh, aku kan food combining, siang siang ngene ki aku maeme sayur karo protein, aku tak bali wae..golek lotek",

pembicaraan terhenti karena HP bapak bunyi...dan...ternyata?bapak pingsan..dan ternyata sedo.. -tak sempat beli lotek-
tapi,,lagi - lagi ini hanya sekedar otak-atik gathuk, yang juga menunjukkan kebesaran Allah swt... Ini disadari oleh Bu Eni - staff bapak, saat layat bapak sampai di pemakaman. Sebelum sampai makam,kurang lebih 50meter, Bu Eni berjalan kaki bersama crew yang lain, ikut iring iringan takziah tersebut. Sambil jalan, beliau sambil melihat skitar area makam tersebut..Bu Eni kaget..saat melewati sebuah warung kecil, di utara makam...Ternyata?warung kecil itu..ada papannya bertuliskan...."Jual Soto dan LOTEK"

subhanallah..benar-benar bapakku pulang..(ke rahmatallah ) serta "beli lotek"...

***cerita cerita di atas hanya sekedar otak-atik gathuk....Yang pasti, kami skeluarga, walaupun sedih, namun...tetap bersyukur..mengingat skenario indah ini..

-hal lain yang bikin kami kian merasa ikhlas dan merasa keindahan skenario Allah swt ini.. :
Jogja akhir akhir ini panasnya sangad kurang manusiawi..panass menyengat.. Namun, hari itu? pagi hari...gerimis rintik-rintik, dan siang hari?cuaca cukup mendung... dan baru sangadh panas ba'da ashar = pasca jenazah bapak selesai dikebumikan.. subhanallah..

Ibu dari awal tidak ingin ada acara "tabur bunga", jadi..sampai saat siang hari, tidak ada satupun yang membawa bunga tabur. Tiba-tiba..ada kiriman bunga dari Sri Sultan, sempat bingung juga,naruhnya dimana, karena itu sebenarnya bunga untuk diletakkan di atas peti, sedangkan bapak?hanya ditutup kain saja,tak memakai peti.. Tapi?ternyata ada jawaban di balik itu..

Sesampai di makam, selesai dimakamkan..jenazah bapak sudah rata dengan tanah... dan juga tampak sepi, karena tanpa bunga tabur.. Tiba-tiba ada seseorang yang berinisiatif, meletakkan bunga kiriman dari Sri Sultan tersebut di atas makam beliau.. Lagi-lagi masih otak-atik gathuk, ukuran bunga tersebut pas sekali..dan malah memperindah peristirahatan bapak..subhanallah

Bapak dimakamkan hari Jumat, hari baik bagi umat Islam.. Secara logika?alhamdulillah.. bapak sedo dan dimakamkan hari itu, why?karena jenazah bapak bisa disholatkan banyak orang.. Termasuk siang itu, selepas sholat jumat.. subhanallah.. Lagi-lagi ini smua merupakan skenario Allah swt...
ada lagi.. 16 Maret 2009, tatkala ibu tanpa sengaja membuka inbox HP bapak..ibu menemukan 1 sms yang cukup aneh,bunyi-nya. Berasal dari Ponpes Al-Hikmah milik Bpk Harun Ar Rosyid
isinya berbunyi "Assalamualaikum.kematian adalah kepastian.Khusnul khotimah adalah pilihan. Smoga kita dipanggil Allah dalam keadaan baik dan khusnul khotimah. Pondok Pesantren Al- Hikmah yang santrinya lebih kurang 600 orang, membutuhkan bantuan Bpk/Ibu/Sdr dermawan. Rekening kami : 1.bank syariah mandiri cab.Katamso Yk, no rek 0300027858, a.n Harun Ar Rosyid"
subhanallah...sms tersebut diterima bpk 11 Maret 2009 pukul 08.30.52..sehari sebelum bapak meninggal.. Isi sms tersebut? membuat aku cukup merinding.. Aku dan mbak-mbak, bahkan ibu, tak tahu..apa saja yang dilakukan bapak slama ini, terhadap ponpes tersebut.. Tapi subhanallah..doa yang dipanjatkan itu?spertinya benar-benar dikabulkan Allah swt.. Terima kasih Ya Rabb..

-skenario Allah swt sangatlah indah, terlebih bila kita menyadari..dan bisa membuat keimanan kita bertambah.. Smoga cerita di atas..selain menjadi wacana bersama, juga bisa menambah kecintaan kita pada Allah swt...
Innalillahi wa innaillaihi rojiun.
smua berasal dari Allah swt dan akan kembali kepada Allah swt
Smoga Allah swt snantiasa memudahkan anda smua
yang sudah mendoakan alm. Ahriadi Saptomo
ataupun, memberikan support dan dukungan pada keluarga yang ditinggalkan..
Smoga kita termasuk hamba Allah swt yang senantiasa beriman
dan kelak khusnul khotimah serta dipertemukan kembali
dalam Surga Allah swt.
..amin..

Saturday, March 14, 2009

Kisah di balik Meninggalnya Bapakku - Ahriadi Saptomo 12 Maret 2009

"fit...bapak semaput..aku tak mrono yo...ki mau bar dikabari mba eni.."
(mba eni = karyawan bapakku)

kalimat itu kudengar dari ibu,tatkala aku sedang dalam kondisi 5 watt *nglindur**, mendengar kalimat itu?aku langsung melek,dan bangun dari tempat tidur ibu..

"semaput di Pemkot? atau di Pemasaran GCD ?" tanyaku pada ibu, coz aku teringat,kalo bapak tadi pagi,pamitan untuk pergi rapat di Pemkot untuk membahas LPMK. ibu yang tampak kebingungan terlihat makin kebingungan ketika mendengar pertanyaanku.. "wah..aku yo ra kepikiran..ning ndi yoo" kata ibu dengan panik. "Yawdah, ibu siap-siap,fitri telpon kantor,tanya bapak dimana - jawabku seraya bergegas menuju telpon,dan menghubungi kantor pemasaran. Usut diusut, bapakku ternyata masih semaput di kantor pemasaran, dan sedang menunggu jemputan ambulance Hidayatullah..


Di sisi lain, aku mendengar heboh-heboh di luar rumahku,ternyata mbak Beta datang beserta krucil-krucilnya dan suami. Ditambah pula dengan mbak Alfie yang menyusul datang dengan sepeda motor penuh belanjaan.. Langsung aku lari ke arah mereka "sssttt!!! barusan ada telp dari mba eni, ngabari nek bapak semaput di kantor, saiki ibu arep nyusul mrono"

mendengar itu, langsung mbak-mbakku tercengang, hanya Reza dan Nayo yang tetep saja rame, rebutan mau masuk rumah.. "kok iso?pie?ana apa to?" serta serentetan pertanyaan menjejaliku.. "udah..skarang masuk aja, ketemu ibu" ----singkat cerita?akhirnya diputuskan, ibu berangkat ke kantor ditemani Mas Endro -suami mba beta, sedang yang lain?tetap di rumah,menanti kabar.--------------

**beberapa menit kemudian**

aku duduk di sofa, bersebelahan dengan Mba Alfie yang sudah tampak cemas, serta kulihat mba Beta sibuk mengurusi Reza dan Nayo yang tetep saja sliwar sliwer keliling rumah, seakan tak menyadari, kegalauan hati kami.



*HP ku berdering, kulihat ini panggilan dari Bu Ania -penyiar terlama di GCD-
+iya bu?
-mba fith..ini bapak sudah di rumah sakit..bisa ke sini segera?bapak kritis
+gimana buk?kritis??!!?
-ehh..emm,,,nggak..bapak sudah dirawat di UGD, sedang dipacu jantungnya..bisa kesini?
( pelan..tapi terasa,betapa panik bu Ani saat itu )
+iya bu..td baru saja, ibu ama Mas Endro brangkat, kita yang lain tunggu rumah..
- oo...yasuwdah mbak..makasih..
----------------------------------pembicaraan selesai------------------------------------

berbagai perasaan terasa campur aduk di pikiran, semua jadi satu..dan kudengar mba Alfie di sebelahku sudah kian histeris dan menangis,

+opo fit...bapak kenopo fit..
- umm..kata mba ani, bapak dipacu jantung..di Hidayatullah..
+ahhh...ayooo...mrono yoo..pie?pie?omah ditinggal?bocah bocah pie yo?
kata mbakku ini dengan panik dan menangis tidak tenang...
-wis, omah dikunci wae, kabeh digawa, toh..ana Tato sing iso jagani omah.mangkat saiki yuk..jo lali,kabari ibuk,bapak saiki wis ning Hidayatullah, ben ibu karo mas Endro langsung mrono, rasah ning kantor..kataku dengan perasaan yang sudah tidak jelas, dan pikiran kalut.

( Tato = asisten baru bapak,merangkap penjaga rumah, yang kebetulan ini merupakan hari pertama ia kerja di rumah)

Akhirnya semua dengan tampang panik,bergegas masuk ke mobil, setelah sebelumnya? mengabari mba Sinta yang di Bandung *kakakku no.3* via YM, dan pamitan ke Tato. Kita pun meluncur ke Rumah Sakit.

****** perjalanan menuju Rumah Sakit*****
aku duduk di belakang, bersebelahan dengan reza. Kulihat mba Alfie menyetir sambil terisak-isak, dia menelpon beberapa keluarga dekat,mengabari berita ini. Di sampingnya, mba Beta juga tak kalah resah, memegang HP sambil memangku Nayo. Beberapa menit kemudian, Hp mba alfie berbunyi, ternyata telpon dari mba Sinta, kakakku yang masih di Bandung.
"Sik yo sin..ngomong wae karo beta, iki aku lagi arep ning Hidayatullah" - seraya menyerahkan HP ke mba Beta yang duduk di sebelahnya

"bapak mau semaput Sin..ning kantor, ibu karo mas Endro wis mrono, saiki awak dhewe yo lagi arep ning RS, mboh kenopo, yo...kowe ngrewangi ndongo wae yo Sin.. mengko nek ana apa-apa, tak kabari" kata mba beta secara singkat..

aaaaahhhhhhh!!!!aku ga tau, apa yang kurasa saat itu, nangis..sedih,bingung..campur aduk

sesekali kudengar celotehan anak 4 tahun di sebelahku,,..

"mamahh...akung Arie?sakit?sekarang kita mau jemput akung Arie di rumah sakit yaa"
"akung Arie sakit apa mamahh..?"
"kemarin Reza liat akung Arie...periksa darah sendirian..di rumah, akung Arie ga nangis.."

( bapak memang rutin melakukan cek darah ringan di rumah dengan peralatan medisnya, dan kemarin?memang reza sempat diliati cara cek darah itu )
-------perjalanan terasa sangat lama..jarak tempuh 15 menit,buatku = 1 jam!!! -----------

*sampai di Hidayatullah*

aku,mba beta dan anak-anak bergegas masuk. Sedang mbak Alfie masih sibuk parkir mobil..
dari kejauhan, kulihat, Bu Eni, Bu Ani, Wanda, mas Dwi, mas Topan ( teman-teman kantorku *yang juga merupakan karyawan bapak* tampangnya sudah tidak karuan..)

udah mbak...masuk saja.. Kata Bu Ani padaku..dengan tenang, walaupun raut muka beliau sama sekali tidak menunjukkan ketenangan... ada apa iniiiii....pikirku! sambil bergegas masuk ke ruangan UGD yang ditunjuk..

di dalam ruangan, di salah satu ruang, kuliat ibuku tampak berdiri bersandar di tembok, menatap ke depan. Baru aku sadar, ternyata ibu melihat bapakku yang terbaring dengan baju lengkap, tubuh beliau diikat dengan sabuk ke dipan. Di dekat beliau, tampak 3 orang berbaju putih-putih. Yang satu?sibuk dengan peralatan medis *menyetrum dada bapakku berulang kali*. sedang yang satunya sibuk membantu..sambil sesekali membenarkan posisi kantung oksigen yang dipasang di hidung bapak..

***beberapa menit, kulihat bapak..ini bapakku?sperti ini?terbaring?yakiin? bapak kan tadi pagi berangkat masih ceria..senyam senyum sambil gojegan ama aku, ibu, dan mba Alfie.. ini apa ini!! aku nangis..ntah! apa yang kurasa saat itu. tidak percaya dengan apa yang kulihat...***

"fith..bapak ki wis sedo..aku mau tekan rumah sakit, wis diandani karo dokter'e, bapak ki wis ora ono pas tekan rumah sakit..iki dipacu jantung'e, kemungkinan'e mung cilik banget.. sekarang kita harus bagaimana fith? kita harus apa fith? aku kudu pie fith? " kata ibukku dengan raut muka standar..sedih?iya..tapi tak tampak air mata di wajah beliau.. Aku?yang di samping beliau, langsung kian menangis..mendengar perkataan ibu..

"buukk...ibu kok bilang gitu sih...!! ibu..kita doa bu.."

"gak fith..tadi dokter bilang, pasien sudah tak ada denyutnya, cuman ada sedikit listrik di jantungnya.. pupil mata juga sudah tak bereaksi, otak bapak juga sudah ga kerja fithhhh..."

aku makin menangis,tatkala mendengar penjelasan ibu.. aku juga masih merasakan, di depanku, para tim medis masih saja menyetrum badan bapakku berulang kali...

"ibu..ibu punya mba alfie, mba beta, mas dodi,mas endro, kita disini buuk..ibuk ga ndirian...!"

sambil terisak aku peluk badan ibu..yang tetep saja tegar-tanpa sedikitpun ada air mata mengalir- kurasakan mba alfie yang panik,beberapa meter di dekat kami..mendekati kami..stelah sebelumnya menelepon Pak Jazir, ketua Takmir Masjid kami yang juga sekaligus teman dekat bapak di kampung untuk datang ke Hidayatullah..dan aku? aku dengan perasaan kacau balau, meninggalkan ruangan itu, keluar, dan menangis sejadi-jadinya di hadapan crew GCD.. apa ini benar?!??astagfirullah...astagfirullah...

*aku sudah tak mendengar apa yang dikatakan oleh para crew..
*aku sudah tak memperhatikan lagi celotehan reza yang sibuk memanggil manggil
"akung arie..akung arie diapain itu,mamah...?mamah..akung arie sakit?.........!!???"

dokter memang belum memvonis bapakku sedo, dan akupun masih dengan tangan gemetar, sms dyah,vira,rina,ayu,mas husni, cheptie,husein..meminta doa, dan mengabari bahwa bapakku kritis.. Mbak Alfie pun tampak menghubungi mas Dodi -suaminya yang saat itu masih kerja, begitu juga dengan mba beta yang terlihat sesekali menghubungi orang-orang yang aku tak tau siapa saja. Satu orang terdekat yang malah tidak kami beritahukan info terakhir mengenai bapak, yakni *mba Sinta*
mbak-mbakku pun juga memutuskan untuk tidak memberitahukan berita ini ke mba Sinta, yang di Bandung. Satu alasannya, kami khawatir, dia kondisi di Bandung, dan sedang hamil..
----beberapa menit kemudian---------

aku masuk ruangan UGD, meninggalkan reza,nayo dan mba beta yang menangis sejadi-jadinya di pelukan mas Endro, aku mendekati smuwa yang ada di dekat bapak.. kulihat para tim medis melepaskan alat medis itu satu per satu dari badan bapak.. kulihat mbak alfie menangis... kulihat ibu dengan begitu tegarnya, mendekati bapak, mengelus kepala bapak, mencium pipi bapak, serta memeluk badan bapak yang sudah membujur kaku.... **bapakku sedo**
"maaf ibu...kita sudah berusaha semaksimal mungkin..."
ibu hanya menganggukkan kepala tanpa kata..tanpa ekspresi..

"maaf pak, nanti jenazah dipindahkan ke ruang belakang ya pak..kita pindahkan ke ruang jenazah.." ujar tim medis yang lain,pada mas Endro yang sudah ada di dekatku..-ntah!?! sejak kapan- ( 14.00 wib )

--------------menit berganti menit-----------------------------
smuwa berjalan begitu cepat, walau hati ini masih kacau balau, dan smuwa orang di depanku tampak hilir mudik. aku keluar ruangan, hpku berdering, sms masuk..dari cheptie..rina..vira..
yang intinya tak percaya,dan menanyakan, bapak siapa yang kritis.. kujawab saja sms itu dengan singkat.."bapak sdo"...

aku pun akhirnya menelpon 1 orang..
"assalamualaykum..." kudengar suaranya yang tenang itu..di ujung hape ini..
"mas..mas..sambil sesenggukan, aku memanggilnya..bapak mas..."
"dek..ada apa'e?knapa'e dek" tanyanya dengan nada panik,tatkala mendengar aku terbata bata dan terisak isak..
"bapak sedo mas..
"innalillahi..beneran dek?"
"iya mas..dan akhirnya kuceritakan semuanya ke mas husni.."

beberapa menit kemudian, tatkala aku sudah aga tenang..Hp berdering,dyah menelepon, vira telefon,tak beberapa lama?husein juga menelepon.. smuwa kaget, sama seperti aku--
-aku kesana skarang- kuterima sms dari si cheptie, nada yang serupa juga diucapkan oleh husein, sahabatku dari SMP..ketika meneleponku tadi.
aku melihat, ibu keluar dari ruangan, masih dengan raut muka standar, sedih?terlihat dari sorot mata beliau,namun sepatah katapun tak terucap, setetes air matapun tak mengalir.. aku khawatir,,,
"bubu nunuk..." panggil reza,ketika melihat eyangnya keluar dari ruangan
kulihat ibu mendekati cucu pertamanya itu, lalu mendekapnya erat erat..dan akhirnya,
ibu pun menangis..terisak-isak...-tangisan pertama ibu ku siang itu-

"reza...akung arie sudah sedo..reza skarang ga bisa lagi main ama akung arie ya..akung arie udah ga ada..." sambil terisak-isak dan mendekap reza yang kebingungan, ibuku mengatakan hal itu. Tak jauh dari kami, kurasakan juga crew GCD yang juga shock, tak percaya, bahwa direksinya meninggal,,begitu cepat..,,,smua menangis...

--------------*14.05 WIB - mengabari mba Sinta*--------------

aku berdiri di samping mba beta, dan mba alfie. Kami masih cukup shock dengan meninggalnya bapak. Sambil menangis,mba beta berkata "sinta..sinta dikabari durung, pie le ngabari?" aku durung ngabari - kata mba alfie, "ngene wae, awak dhewe ngabari fadi, ben fadi sing mengko ngabari sinta..." jawab mas Endro saat itu.

( mba sinta yang ada di Bandung, saat ini sedang hamil trisemester tiga, tentu cukup rawan bila mba sinta langsung ditelpon dan diberitahu berita ini.. *Fadi = suami mba Sinta ) Singkatnya, mas Fadi yang masih berada di kantor saat itu, diberitahukan mengenai berita duka ini..

*****pak Jazir dan tetangga datang***** ( 14.10 )
saat pak jazir datang,beliau tampak tenang, dan menentramkan kami semua.. tanpa banyak ucap, beliau bisa membuat keadaan yang tadinya membingungkan menjadi tenang (karna kami ga tau, harus bagaimana prosedur kematian itu*)
akhirnya diputuskan?ibu minta bantuan Takmir Masjid Jogokariyan untuk menghandle semua dan Pak Jazirpun juga memberikan berbagai arahan, termasuk meyakinkan ibuku bahwa sebaiknya bapak dimandikan di rumah saja, tidak ribet,karna semua biar dipersiapkan takmir.
dengan cepat, pak jazirpun menghubungi beberapa takmir lain di kampung, untuk menyambut jenazah bapakku tercinta, Ahriadi Saptomo...

ntah knapa,,iklim apa yang terjadi,,namun aku merasa, diri ini tidak menangis lagi. apa karna aku dah punya feeling sminggu yang lalu?atau krn aku melihat mbakku yang juga tampak tegar?ntah..yang pasti, aku hanya melihat...kondisi ibu. aku harus bisa jaga ibu..

(14.20)
aku duduk, beberapa saudaraku sudah hadir, dan menemani ibu dan mbak Alfie... sementara?mba beta dan mas endro pulang terlebih dahulu,mengantarkan reza dan nayo yang mulai rewel
tak beberapa lama, temanku, cheptie datang.. menghampiriku,, yang juga sebelumnya aku sudah ditemani oleh husein yang datang beberapa menit yang lalu..

**ahhh,orang orang ini..alhamdulillah aku punya teman teman yang care**

aku sudah tenang..sambil sesekali senyum kuceritakan bagaimana kronologis kejadian..^__^

"aku dah ikhlas...bapak meninggalnya cepat sekali prosesnya, alhamdulillah.."


-pihak RS mengabarkan,bahwa jenazah bapak baru bisa keluar dari RS kurang lebih pukul 16.00. Oleh karena itu, mba alfie memutuskan untuk mengajak ibu pulang ke rumah dan mempersiapkan smua. Sementara aku?tinggal di RS, sembari menunggu mba beta-mas endro, serta menunggu jenazah bapak boleh dibawa pulang. Praktis, di Hidayatullah tinggal aku,dan kdua temanku, Pak Jazir serta beberapa tetangga, saudara sepupuku, dan mas Dwi,mba wanda,serta crew GCD FM yang tetep setia temani bapak..


**15.15 wib
mbak beta dan mas endro datang, tak beberapa lama..beberapa saudaraku juga datang. aku?akhirnya minta tolong ditemani ke kamar jenazah. Sampai di ruangan, kulihat crew GCD dengan muka sendu,di depan kamar..ntah apa yang mereka pikirkan.. Kulihat bapakku, benar - benar terbujur kaku..tak bergerak, dan ditutupi kain...innalillahi wa innaillaihi rojiun.. astagfirullah..astagfirullah..bisikku saat berada di dekat jenazah beliau.. Di sampingku?mba beta dan mas endro juga menatap bapak, di belakangku?kulihat ada pak Jazir datang..dengan seorang bapak-bapak *yang akhirnya aku tau,ternyata beliau adalah pak Nano - Dirut BPD DIY

(Bapak dan Pak Nano sempat kenal cukup dekat, karena event Gelar Seni Budaya Jogja Semesta, suatu acara yang rutin diadakan oleh Sri Sultan, selain itu, ternyata Pak Nano juga merupakan teman dari Om Seno, dan Om Aji, adik-adik bapakku)*

*15.25 wib
pihak rumah sakit memberitahukan bahwa jenazah sudah diperbolehkan dibawa pulang dengan mobil ambulance.. Diputuskan,bahwa yang ikut di dalam mobil itu aku dan mba beta, serta pak jazir, di sebelah sopir.. **nguuuiiing....uiiiiing..uiiiiiiiiing.....uiiiiingggg....sirene pun bunyi dan mobil ambulance pun perlahan-lahan keluar dari area RS Hidayatullah..**
sepanjang perjalanan, aku dan mba beta menemani jenazah bapak. Ntah apa yang dipikirkan oleh mbakku yang juga sedang hamil itu, tapi?yang pasti...aku benar-benar merasa ini suatu proses yang begitu cepat, mengagetkan, namun..patut disyukuri...

*memasuki jalanan jogokaryan..

dari kejauhan,kulihat rumahku sudah dikerumuni orang-orang..tetangga sudah berdatangan
tenda-tenda sedang dipasangi, kursi-kursi mulai diturunkan dari truk...dan.....?!??
aku melihat bendera putih terpasang di salah satu tiang tenda depan rumahku..

astagfirullah...akhirnya hari ini datang juga..Ya Allah...kuatkan iman kami ya Allah..batinku

orang -orang mulai bersiap siap menyambut jenazah bapak..dan tatkala pintu ambulance dibuka, tetangga pun dengan sigapnya membantu menurunkan jenazah bapak... Sekilas kulihat juga crew MJ TV dengan handycam mendokumentasikan proses ini smua....

*akhirnya..menit-menit berikutnya pun? dimulailah proses pemandian jenazah, yang dilakukan oleh ibu.. Ibu tampak tegar, aku hanya melihat dari dekat, dan terkadang membantu mengambilkan apa yang dibutuhkan. Mbak-mbakku tampak sibuk mengurusi peralatan, dan lain sebagainya..semua sibuk*


*16.00 - 18.30 wib
jenazah bapak yang sudah dimandikan, akhirnya dibungkus dengan kain..diletakkan di ruangan depan rumahku.tamu tamu dan tetangga pun mulai berdatangan satu per satu menyatakan turut berbela sungkawa.. Dyah,vira,wiwit-pun datang.. disusul dengan vergin, dan aris.. tak terasa?adzan maghrib dikumandangkan dari Masjid Jogokariyan.. -aahhh,betapa cepatnya waktu berlalu-
seusai sholat maghrib berjamaah, dan anak-anakpun juga beranjak pulang, aku pun menemani ibu ku yang ada di ruangan depan, saat itu beliau sudah ditemani oleh mbak alfie serta mbak beta, mas dodi dan mas endro..suami mereka. Aku tercekat, tatkala melihat ruangan depan tempat jenazah bapak berada. Bagaimana tidak?rombongan jamaah bubaran dari sholat maghrib di Masjid, berduyun duyun bergantian menyolatkan jenazah bapak, subhanallah... bahkan?rombongan adik-adik usia SD, ikut serta..-aku tak pernah melihat adik adik kecil, sholat jenazah,sebelum ini-

smakin malam, tamu juga semakin banyak.. teman mbak alfie ataw mas dody, teman kerja bapak di LPMK, ataupun kelurahan, serta teman-temanku juga hadir. Dari promo FE UII, kemudian?anak-anak ex B UII, subhanallah...aku ga mengira, bakal banyak yang datang dan support aku.. Lalu?smakin malam,, datang pula beberapa orang dari Seveners jebolan 2005, yang dikomandani oleh Ary -pengganti Ardi *ketua lama yang udah ga di Jogja*-

subhanallah..tamu bapak hari ini banyak sekali.. subhanallah..banyak sekali yang jamaah ikut menyolatkan bapak.. -di kesedihan ini, aku merasakan ketenangan..dan keyakinan.. "sudah, bapak sudah tenang, bapak sedo-nya indah sekali, banyak yang kehilangan bapak, ayo..ga usah nangis, cerita yang dibuatkan Allah swt sudah terlalu indah untuk ditangisi..jangan nangis! bersyukur saja..bapak meninggalnya cepat, tetangga dengan sigap membantu proses meninggalnya bapak, dan..banyak sekali yang menyolatkan bapak"pikirku saat itu.. berusaha menguatkan hatiku.. subhanallah..Jalan yang Engkau gariskan...begitu indah Ya Rabb..