Saturday, May 02, 2009

Happy Birthday GCD FM #sekilas kupasan#



Yap! hari ini tanggal 2 Mei 2009, genap sudah GCD FM berusia 40 tahun. Suatu tingkatan umur yang tentunya tak bisa lagi dibilang muda, untuk suatu radio. Sedikit sekali yang menyadari bahwa bertepatan dengan Hari Pendidikan Nasional inilah, Radio GCD FM pun juga merayakan ulang tahunnya. Memang, radio ini tak pernah menggembar gemborkan hari jadinya, ke pendengar setia mitra GCD FM, berbeda halnya dengan radio radio kawula muda lainnya. Dulu?pernah sih, dibuat syukuran, temu monitor, serta acara band band'an. Saat nama GCD FM belum terkenal..

Berbicara mengenai 40 tahun, tentu banyak masa yang sudah dilalui oleh radio yang berbasis musik Indonesia ini. Mulai dari dicemooh orang karena tone signal nya yang terkesan ndeso ( do mi sol do, yang diplesetkan jadi do ting plenthing ) ataupun dipandang sebelah mata oleh beberapa pihak. Namun? fakta berkata lain, di tahun 2008, ternyata radio ini ( lagi lagi ) mendulang kesuksesan, di balik carut marutnya dunia broadcast di wilayah Jogjakarta, penghargaan sebagai Radio Rangking 1 versi Nielson Media Research, kembali diraih oleh GCD FM. Ini merupakan kesuksesan di tahun kelima yang diraih scara berturut-turut oleh GCD FM. Survei yang dilakukan Nielson, padahal hanya mengambil titik di Yogyakarta, Sleman, dan Bantul. Sedangkan Radio GCD FM merupakan radio yang ber base camp di Gunungkidul. Jumlah pendengar sebanyak 882.000 jiwa ini BELUM termasuk wilayah Gunungkidul, yang notabene merupakan kampoeng halaman GCD FM, serta wilayah Kulonprogo. Bisa dibayangkan berapa banyak pendengar GCD FM sesungguhnya...?

Namun, memang..bagi pendengar GCD FM, penghargaan tersebut terkadang terasa asing di telinga. Hasil survei ini, sebenarnya lebih disasarkan pada kalangan pengiklan, baik itu nasional maupun lokal DIY Jateng. Apalagi, jika mengingat kalau pendengar GCD FM mempunyai tipikal sebagai pendengar pasif, bukan aktif sperti radio kawula muda lainnya.

Mari kita simak sekilas mengenai profil GCD FM ini dari awal hingga skarang..
GCD mempunyai kepanjangan sebagai Gema Cecya Dhaksinarga, yang bermakna "suara mahasiswa Gunungkidul". Pemberi nama ialah Bpk KRT Djojodiningrat selaku Bupati Gunungkidul, serta Bpk KRT. Partohadiningrat selaku Bupati Anom Gunungkidul, di tahun 1969 Pendiri GCD berjumlah 12 orang, yang mayoritas berasal dari Gunungkidul, hanya beberapa yang berasal dari Yogyakarta, salah satunya ialah Bpk. Ahriadi Saptomo (yang meninggal 12 Maret 2009 ini ). GCD FM telah melalui beberapa era kinerja.

1969 - 1984 merupakan era pendirian. GCD FM saat itu berada di Wonosari, serta masih dalam frekwensi A.M.

1985-2000 merupakan era profesionalisme di Patuk. Saat ini, dengan adanya berbagai tujuan perusahaan, akhirnya diputuskan bahwa studio pun berpindah ke lokasi yang lebih bagus. Sehingga, mulailah era GCD FM di Bukit Patuk Gunungkidul. Di era ini pulalah, frekwensi radio berubah dari A.M menjadi F.M

2000-2005 Di era ini, radio GCD FM mulai memperlihatkan keeksisannya. Mengalami perpindahan gelombang radio dari 104,05 menjadi 98,6 MHz, ternyata tak menyurutkan jumla pendengarnya. Nyatanya? di Juni 2004, hasil survei dari Nielson menyebutkan bahwa GCD FM meraih peringkat 1, mengalahkan Retjo Buntung, yang merupakan saingan utama GCD FM. Keeksisan ini,kian terasa, terlebih setelah dapat melakukan suatu konglomerasi dengan Radio SAS "Suara Argo Sosro" radio lokal yang berlokasi di Wonosari.

2005-2009 Di era inilah GCD FM kian memantapkan diri, mewujudkan visi 5 tahunan, yakni sebagai radio siaran terkemuka di DIY karena menyajikan hiburan yang nyaman, serta informasi dan berita yang mampu mencerahkan masyarakat DIY. GCD FM pun kian mengikuti perkembangan jaman, dan selama era ini pula, GCD FM tetap meraih peringkat 1 versi Nielson. Hasil ini cukup fantastis, mengingat betapa susahnya dan terjalnya persaingan bisnis radio di DIY dewasa ini. Banyak sekali radio lokal yang kolaps, bahkan akhirnya berubah menjadi radio jaringan, untuk memperkecil resiko. Seperti contohnya di wilayah Jogja? ada Yasika, Eltira, Female, i Radio, MQ FM, Radio Dangdut TPI, Prambors, serta masih banyak lainnya. Terlebih, bila melihat, bahwa di bulan Mei 2006 silam, GCD FM merupakan radio yang terkena dampak gempa yang cukup parah,bila dibandingkan radio lain. Serta membuat tidak dapat mengudara selama kurang lebih 20 hari.

Kenyataan bahwa GCD FM mendulang kesuksesan versi Nielson? tentu menjadi dasaran pertanyaan banyak pihak. Terlepas dari pro dan kontra seputaran survei Nielson, memang terkesan aneh bagi sebagian pihak, bila melihat GCD FM yang notabene, ndak ngapa ngapain, kok bisa rangking 1. Tadinya sempat mengira ini hanya kebetulan. Namun? 5 tahun berturut turut? tentu ini BUKAN suatu KEBETULAN semata. Namun karena berdasarkan pemikiran serta pematangan konsep, sehingga GCD FM bisa tetep eksis, dan membersamai mitra GCD FM dimanapun juga.

Ada beberapa faktor yang menjadikan GCD FM menjadi radio dengan pendengar terbanyak, versi AC Nielson Media Research.

Pangsa Pasar Jelas
Sasaran pendengar GCD FM slama ini jelas, yakni masyarakat umum, yang menyukai musik Indonesia, easy listening, serta menyukai pola siaran yang tidak kebanyakan menyajikan suara penyiar yang cuap cuap.

Bloking Time
Menu acara di GCD FM sangatlah simpel. 70% merupakan Pop Indonesia, serta lainnya ialah campursari, wayang kulit, serta dangdut. Mempunyai format acara yang rapi, serta berbeda dengan radio kebanyakan. Dengan sistem nonstop musik, maka pendengar GCD FM akan dimanjakan oleh alunan musik Indonesia, tanpa harus dirusuhi oleh suara penyiar.
*tentu ini berbeda bila dibandingkan dengan radio lain, yang notabene malah "menjual" suara penyiarnya, sehingga terkadang, porsi penyiar berbicara dengan lagu yang ada? lebih banyak porsi penyiar berbicara*.

Bagi sebagian orang yang memilih untuk mendengarkan alunan musik, dan bukan suara penyiar yang amat sangadh? maka GCD FM menjadi salah satu pilihan hidupnya. Tentu ini membawa konsekwensi ? pendengar GCD FM identik dengan pendengar yang "malu malu kucing" alias pendengar pasif, bukan aktif, sperti pendengar setia di radio lain.

Menguasai Pasar
Bagi kawula muda, tentu suka mendengarkan alunan musik gedubrakan, atawpun kebarat baratan. Ini memang merupakan pilihan, sebagaimana para intelek muda, yang cenderung akan memilih radio berbasis talkshow atawpun berita daripada mendengarkan radio berbasis dangdut, misalnya. Yang terjadi di kota Yogyakarta? mayoritas pengusaha radio mempunyai target pasar yang sama, yakni anak muda.

Bisa kita lihat, nyaris smua radio jaringan mempunyai konsep/penyajian yang sama, karena disasar untuk kawula muda. Konsep penyiar yang rame, lagu barat, off air, serta seabrek lainnya, tentu sangat disuka anak muda di DIY. Banyaknya pesaing di medan yang sama, membuat jumlah pendengar selaku konsumen dengan produsen tidaklah seimbang. Ibarat, penyuka radio smacam itu adalah pembeli dan perusahaan radio ialah pedagang. Maka, ada 100 konsumen yang direbutkan oleh 50 pedagang.

Lalu bagaimana dengan GCD FM? ternyata format jualan yang berbeda, menjadi kelebihan tersendiri. Seakan akan, radio lain berlomba lomba menjajakan pizza, maka GCD FM menjual roti boLu. Alhasil, karena pesaingnya sedikit, maka pangsa pasar pun dikuasai GCD FM. Dan?dihitung pun, rating pendengar menjadi lebih tinggi.

Serta masih banyak hal hal lain, yang ternyata dipikir dan digagas secara matang oleh direksi GCD FM, sehingga membuat radio ini bisa menjadi terkenal di wilayah DIY Jateng. Genap sudah 40 tahun GCD FM mengudara. Menemani mitra GCD FM dimanapun juga. Melewati segala pandangan miring orang orang, ataupun acungan jempol atas kesuksesan yang diraih oleh radio GCD FM. Semua kesuksesan ini berkat pemikiran, serta kerja keras team di masa lalu. Smoga kesuksesan ini adalah awal, dan GCD FM ke depannya kian mengudara serta kian melekat di hati mitra GCD FM. Seperti yang tertera dalam foto di atas "Terimakasih, siaran kami didengarkan, dan iklan kami dibeli". Seuntai kalimat yang menyasar pada pendengar, namun pada dasarnya lebih pada para pengiklan..



*dedicated for : alm. Ahriadi Saptomo yang telah memberikan ijin pada saya, untuk studi kasus di GCD FM, sebagai pemenuhan nilai tugas di mata kuliah Management Control System-FE UII..



8 comments:

  1. Anonymous5:57 AM

    wah... profile view toh :p

    ReplyDelete
  2. hwekekeke.. *upss*..ra melu melu.. ^_^

    ReplyDelete
  3. hmm...buka postingan ini lagi. Smisal ada pengiklan/ atau pihak pihak lain yang mungkin mampir krn *nyasar dr google* ^^ salam kenal.. skarang radio ini lebih fresh, nuansa baru, dengan kepemimpinan yang lebih baru..mungkin ada beberapa perubahan dibandingkan yg lampau..tapi tentu itu smua untuk kebaikan bersama. ini postingan sudah cukup lama..sbagai bentuk apresiasi saya terhadap beliau, bapak ahriadi (alm) yang notabene juga bapak saya sendiri. Yang telah mewujudkan radio ini number one di DIY, di masa itu. Sehingga memberikan pondasi untuk manajemen baru skarang agar lebih melebarkan sayap. sukses slalu.. ^^

    ReplyDelete
  4. Anonymous4:22 AM

    hehe

    ReplyDelete
  5. Anonymous4:25 AM

    met ultah buat yg ultah tgl 4januari.from 4januari jg.moga tambah yg baek2 hilang yg buruk2 jg.tebak sapa hayo?????????????????????????????????????????????????????

    ReplyDelete
  6. Anonymous4:27 AM

    btw dah nikah ya?kok ga undang2???????
    dah pnya momongan blm????????

    ReplyDelete
  7. Anonymous4:28 AM

    hub aq ya.085643299992

    ReplyDelete
  8. Minta musik yg diputar saat GCD selesaibsiaran tiap malam sekitar tahun 1994

    ReplyDelete