Saturday, July 17, 2010

Sekedar Pengingat

Surat Untuk Buah Hatiku (Renungan)



  • Anakku yang kusayangi….

    Pada suatu saat di kala kamu menyadari bahwa aku telah menjadi sangat tua,
    cobalah berlaku sabar dan cobalah mengerti aku.

    Jika banyak makanan yang tercecer di kala aku makan…,
    jika aku mendapat kesulitan mengenakan pakaianku sendiri…, sabarlah !Kenanglah saat-saat di mana aku meluangkan waktuku untuk mengajarimu tentang segala hal yang kau perlu tahu, ketika kau masih kecil.

    Jika aku mengulang mengatakan hal yang sama berpuluh kali,
    jangan menghentikanku ! Bersabarlah mendengarkan aku!
    Ketika kau kecil, kau selalu memintaku membacakanmu cerita yang sama berulang-ulang, dari malam yang satu ke malam yang lain hingga kau tertidur,
    dan aku lakukan itu untukmu!

    Jika aku enggan mandi atau membutuhkanmu untuk memandikanku, jangan memarahiku, dan jangan katakan kepadaku bahwa itu memalukan!
    Ingatlah berapa banyak pengertian yang kuberikan padamu menyuruhmu mandi di kala kecilmu.

    Jika aku kebingungan menghadapi hal-hal baru dan teknologi modern,
    janganlah menertawaiku! Beri aku waktu lebih banyak untuk mengerti!
    Renungkanlah bagaimana aku dengan sabarnya menjawab setiap “mengapa” yang engkau ajukan di saat kecilmu.

    Jika terkadang aku menjadi pelupa dan aku tidak dapat mengerti dan mengikuti pembicaraan, beri aku waktu untuk mengingat dan jika aku gagal melakukannya, jangan sombong dan memarahiku, karena yang penting bagiku adalah… aku dapat bersamamu dan dapat berbicara padamu.

    Jika aku tak mau makan, jangan paksa aku!
    Aku tahu bilamana aku lapar dan kapan aku tidak lapar.
    Bersabarlah terhadapku….

    Ketika kakiku tak lagi mampu menyangga tubuhku, untuk bergerak seperti sebelumnya…,
    bantulah aku dengan cara yang sama ketika aku merengkuhmu dalam tanganku,
    mengajarimu melakukan langkah-langkah pertamamu.

    Pada suatu saat nanti, ketika aku katakan padamu bahwa aku tak lagi ingin hidup…,
    ketika aku ingin mati…, jangan marah…!

    Karena pada saatnya nanti kau juga akan mengerti.
    Cobalah untuk mengerti bahwa pada usia tertentu,
    kita tidak benar-benar “hidup” lagi, kita hanya “tidak mati”.

    Suatu hari kelak kau akan mengerti bahwa di samping semua kesalahan yang aku buat, aku selalu ingin apa yang terbaik bagimu dan bahwa aku siapkan dasar bagi perkembangan dan kehidupanmu kelak.

    Aku mengajarimu banyak hal…,
    cara makan yang baik…,
    cara berpakaian yang baik…,
    berperilaku yang baik…,
    bagaimana menghadapi problem dalam kehidupan….

    Kau tak usah merasa sedih, tidak beruntung atau gagal di hadapanku melihat kondisiku dan usiaku yang sudah bertambah tua.

    Kau harus ada di dekatku, mencoba mengerti aku bahwa hidupku adalah bagimu, bagi kesuksesanmu, seperti apa yang aku lakukan pada saat kau lahir.

    Bantulah aku untuk berjalan, bantulah aku pada akhir hidupku dengan cinta dan kesabaran. Satu hal yang membuatku harus berterima kasih padamu adalah senyum dan cintamu padaku.

    Aku mencintaimu, Anakku …..

    Ayahmu, ibumu
    =====
    postingan kalie ini adalah copas..berulang kali aku membaca ini dari beberapa tempat. ntah itu fesbuk ataupun website lainnya. tapi kali ini yang ingin kucantukan sumbernya adalah website temanku. Karna dari sini, aku benar -benar mencopy dan mempaste. Artikel ini untuk pengingatku semata.. That's why..aku kopikan ke blogku ini...^^ thengkw to ardian - teman SDku. Skalian tak promosiin yee.. Tak buatin link dari sini deh..hohoho..Aku suka blogmu.



  • 2 comments:

    1. hmmph...pantes,kok tumben tulisane beda. ternyata copas :)
      calon marketer handal :)

      ReplyDelete
    2. wedewwwwwwww..........
      ujug ujug ada dirimu.. hayaaah.. >_<

      ni lagi demen ama tulisan ini braderr
      mellow mode on kalo baca.. :)
      jadi ya special edition ta masukin kesini.. ^^
      bukan buat marketingan..lagian, ini kan blog isine emang curcol..ga bisaaa akuw kalo nulis koyo kowe.. hihihi..namanye aje Diary.. ahhahak!

      ReplyDelete