Thursday, July 15, 2010

Terkadang Tutup Mata Itu? Perlu.. ^^

Dua hari ini lagi - lagi aku dihadapkan pada suatu pilihan. Seakan aku berada di persimpangan jalan. Mau ambil jalan ke kiri atau ke kanan. Semuanya sama-sama belum kutau ujungnya. Apakah jalan yang mulus? berkerikil? atau bahkan berbatu dan terjal? Entahlah. Kutanya hati kecil. Namun lagi-lagi antara hati kecil dengan pemikiranku bertolak belakang. Realita hidup dengan keinginan? lagi-lagi (sedang) tidak berada dalam satu atap. Underpressure time membuatku harus cepat untuk memutuskan. Kiri atau kanan. 

Keinginan hati kecil? ambil jalan kanan. Cita-citaku selama beberapa bulan terakhir ini,malah. Tapi logika dan pemikiran, menyudutkanku untuk memilih jalan ke kiri saja. Konsekwensinya? Pupuslah keinginan hatiku. Aku harus membuat cita-cita lainnya.Toh? sperti yang kutulis di awal, "semuanya sama-sama belum kutau ujungnya". Hmm...memang, tutup mata itu (terkadang) perlu. Tatkala (mungkin) aku sudah memilih jalan ke kiri? harus kumantapkan dalam hati, ini yang terbaik buatku. Walaupun mungkin tak sesuai dengan keinginan dan harapanku di awal? tapi aku percaya nanti akan ada gantinya. Wallahu'alam. Ini sekedar upaya penghiburan diri semata, atau memang harus seperti ini agar lebih terasa nyaman menjalani pilihan. Berpikir positif. Lagipula, satu hal yang menguatkanku, walau aku lupa kutipan ini darimana. Allah berfirman,"Aku berada pada persangkaan hambaKu kepadaKu. Maka hendaklah dia membuat persangkaan kepadaKu menurut kehendaknya"

Yaaa, insyaallah..ketika aku sudah memilih, akan kututup mata. Tak akan menoleh ke belakang. Bismillah, kan kumantapkan hati dengan sgala konsekwensi di balik pilihan ini. Kecewa bolehlah..tapi snantiasa kuingatkan pada diri, tuk tak boleh berlama-lama. Sekedar teori sih ini. Minimal dengan teori, nanti kan prakteknya jadi lebih terarah..heeheehee..Toh yang namanya hidup, pasti akan menemukan banyak pilihan. Banyak persimpangan. So? positive thinking..ketika sudah memilih, yakin bahwa ini yang terbaik. Bismillah.. ^^


==========
*5 menit setelah aku menulis ini, tiba - tiba aku mendapat sms dari seseorang, yang menanyakan, apakah aku mau ambil jalan ke kiri atau ke kanan. Daripada hanya bertanya via sms, kuputuskan untuk menelpon saja. Aku yang tadinya sangat ingin memilih jalan kanan, namun kuniatkan ke kiri, setelah menelpon dan berbincang dengannya.Kuputuskan? untuk memilih jalan ke kanan.
Hmmm...begitu cepat aku beralih..Tapi? balik lagi, hidup memang pilihan. Kita yang menentukan..walau itu semua pada dasarnya juga sudah takdir Allah. Yap..just wait and see..apa yang terjadi selanjutnya. Satu hal yang pasti? kuyakin ini yang terbaik.Walau ntah mengapa, hati ini sdikit meragu..

=================
* 2 jam berikutnya. Hati kok spertinya tetep kurang tenang. Padahal aku merasa, ini jalan yang sesuai kenginanku, dan cita-citaku. Tapi ternyata ada yang mengganggu pikiranku. Sore hari, ntah mengapa keinginanku untuk pindah jalan semakin menguat. [dudul banget!!]. Aku tau, masih ada kemungkinan untuk berpindah jalan. Tapi merasa aneh, karna ini kan cita-citaku dari dulu. Berada di jalur ini. Kenapa ketika aku baru mau menapaki jalur ini? aku malah tidak tenteram. Semalaman kupikir kembali. Pagi hari berikutnya, ketika kubuka mata. Akhirnya, aku pun memutuskan untuk pindah jalan. [hayahh..!!plin plan opo piee iki?]. Tapi ntah mengapa, ketika aku memutuskan untuk pindah jalur ini..aku heppi. Padahal, jelas - jelas ini keinginanku dari dulu. Hoo..anehh..aneh... Yap! saatnya merangkai cita-cita baru di jalur baru, yang berbeda dengan cita-citaku yg dulu.. #bigsmile#

No comments:

Post a Comment